Takdir atau Pilihan menjadi diskusi yang cukup alot antara saya dan salah satu sahabat saya. Beberapa malam lalu kami berdiskusi apakah hidup setiap orang sudah ditentukan oleh Tuhan, atau setiap orang punya andil menentukan apa yang terjadi dalam hidupnya.

Menurut sahabat saya itu segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini sudah ditentukan oleh Tuhan, jadi kita lahir kapan, tinggal dimana, TK dimana, SD dimana, SMP dimana, ketemu siapa aja di sekolah, guru kita siapa saja, bandel-bandelnya kita, pacar pertama kita, gimana kita patah hati, pasangan hidup kita, pernikahan kita, anak-anak kita nanti, bahkan kematian sudah ditentukan sama Tuhan, kita manusia berjalan dalam takdir yang sudah digariskan sama Tuhan.

Sedangkan menurut saya enggak semua yang terjadi dalam hidup manusia karena Tuhan yang sudah menentukan. Dalam Yeremia 29 :11 dikatakan “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA dan BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Coba renungkan firman Tuhan ini, bagian-bagian yang dicetak tebal. Ya, Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi sama kita, Dia punya rancangan, tapi bukan rancangan kecelakaan, so kalo ada yang bilang si Vina hamil diluar nikah itu takdir..atau karena Tuhan yang udah merancangkannya buat dia, saya enggak setuju 100%, karena menurut saya itu adalah konsekuensi yang harus diterima Vina karena pilihannya untuk hidup dalam free seks. Contoh lain adalah perceraian, jelas-jelas Tuhan bilang “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6) tapi mama papa-nya temen kita bercerai dan mulai bilang kalau perceraian itu takdir dari Tuhan buat mereka dan jodoh mereka cukup sampai situ saja. It’s totally wrong, kalo emang Tuhan mentakdirkan yang namanya perceraian  berarti Tuhan bukanlah Tuhan yang konsisten, Tuhan enggak konsisten sama apa yang difirmankanNya, Tuhan bilang enggak boleh cerai tapi Tuhan sendiri yang menakdirkan perceraian manusia. Jadi perceraian terjadi bukan karena Tuhan menakdirkannya tapi itu sepenuhnya pilihan manusia. “Berarti Tuhan enggak tau donk jalan hidup setiap orang?”…jawabannya “TAHU”..jelas di Yeremia 29:11 dikatakan kalau Tuhan TAHU rancangan yang ada padaNya mengenai kita semua, tapi Dia enggak pernah merancangkan yang buruk-buruk, enggak pernah menentukan yang jahat-jahat buat kita, enggak pernah memberi yang busuk-busuk buat kita. DIA MERANCANGKAN DAMAI SEJAHTERA, HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN buat kita semua. Terus kenapa masih terjadi yang namanya perceraian, hamil diluar nikah, enggak naik kelas, atau kena skorsing dari sekolah? hmmm…itu semua adalah konsekuensi yang mesti kita terima dari pilihan yang kita ambil, kita memilih untuk tidak mengampuni pasangan kita yang terjadi adalah konflik berkepanjangan yang berakhir perceraian, kita memilih untuk pacaran “gelap2an” so kita hamil diluar nikah, kita lebih memilih bermain daripada belajar akhirnya enggak naik kelas, kita lebih milih bolos daripada duduk dikelas mendengarkan guru and then kita kena skors…

Sejak manusia pertama diciptakan Tuhan kedunia ini Tuhan sudah memberikan kepada Adam dan Hawa “free will”. Menurut saya ini adalah sebuah anugerah, Tuhan tidak menjadikan manusia ciptaanNya seperti robot, Dia memberikan Adam dan Hawa akal dan pikiran, diberi anugerah untuk memilih, coba kita sama-sama perhatikan percakapan Hawa dengan ular di Kejadian 3 : 1-6 :

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3  tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
3:4  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5  tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” 
3:6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 

Percakapan diatas adalah percakapan yang menghantarkan Adam dan Hawa mengambil pilihan besar dalam hidup mereka dan  umat manusia sampai hari ini, pilihan yang membuat umat manusia hidup dalam jeratan dosa dan intimidasi iblis sampai detik ini. Adam dan Hawa sudah diperingati sebelumnya bahwa mereka enggak boleh makan buah yang berada ditengah-tengah taman (Kejadian 3:3). Allah sudah memberikan mereka peringatan. Jadi kalo memang takdirlah yang membuat Adam dan Hawa memakan buah ditengah-tengah taman itu  berarti Allah tidak konsisten tentang larangan memakan buah tersebut..ingat Allah menaruh free will dalam diri Adam dan Hawa, dan Allah membiarkan mereka menggunakannya, karena sebenarnya sangat mungkin bagi Adam dan Hawa untuk tidak memakan buah itu jika mereka memilih untuk taat pada apa yang Allah katakan.

Contoh lain dalam Alkitab adalah 2 orang murid Yesus, Simon Petrus dan Yudas Iskariot. Keduanya adalah murid Yesus yang pernah bersalah terhadap Yesus. Petrus menyangkal Yesus sebanyak 3 kali dan Yudas Iskariot menjual Yesus hingga akhirnya Yesus disalibkan. Tapi apa yang membedakan mereka berdua? Yang membedakan mereka adalah jalan yang  mereka pilih setelah berbuat dosa. Yudas malu dan menyesali perbuatannya, tapi dia lari, bukan lari kepada Tuhan dan memohon ampun, dia memilih untuk lari-menggantung diri untuk menghabisi nyawanya sendiri. Tapi Petrus berbeda, dia malu, menyesal, lari kepada Tuhan, memohon ampun, bertobat, beritakan kabar sukacita, dan dia jadi salah satu rasul terbesar…

“Takdir Tuhan” adalah senjata yang dipakai manusia untuk menenangkan diri mereka, memanipulasi  hati dan pikiran mereka ketika hal-hal yang buruk menimpa mereka. Manusia bukannya merendahkan diri dengan datang kepada Tuhan, minta ampun, dan meminta pertolonganNya dalam menjalani hidup, manusia malah mengkambinghitamkan Tuhan, menganggap bahwa semuanya itu terjadi karena Tuhan yang merancangkannya. Kalo hidup kita ini ternyata hanyalah sebuah takdir, sia-sialah pengorbanan Yesus dikayu salib, sia-sialah Anugerah keselamatan yang diberikan pada tiap kita, karena penghuni sorga dan neraka juga sudah ditakdirkan, padahal keselamatan diberikan Tuhan secara cuma-cuma bagi setiap orang yang mau membuka hati bagi Tuhan dan menerima keselamatan dari Nya.

Lalu gimana supaya pilihan yang kita ambil sesuai dengan rancangan Tuhan yang damai sejahtera dan penuh harapan itu? Jawabannya ada pada Yeremia 29 : 11 – 14a, demikian Firman Tuhan :

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;  apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN,

Berseru, Berdoa, Cari Tuhan, Tanyakan dengan segenap hati, Tuhan akan menolongmu menentukan pilihan-pilihan dalam hidupmu…

Life talks about choices, yes or no, now or never

_Anonim

 Ditulis Oleh AP_FOS Community

Comments

comments