Wah, udah tahun 2011 aja yah.. Hari berganti hari, tahun berganti tahun… Apakah kalian siap menyongsong 2011?? Rasa-rasanya tahun baru nggak akan seru kalo nggak dibarengi dengan pembuatan resolusi dan komitmen yang baru. Setelah merefleksikan segala sesuatu di tahun 2010, memasuki tahun 2011 ada beberapa hal yang ingin kita capai, ingin kita perbaiki dan ingin kita lakukan. Entah itu ingin mengejar impian, atau pengen punya pasangan hidup (alias pacar), pengen dapet pekerjaan baru, pengen melayani Tuhan lebih lagi, dan berbagai keinginan yang lainnya. Di lain sisi, ada sebuah janji yang kita buat, baik itu dengan diri sendiri, dengan Tuhan, dengan pasangan hidup kita (bagi yang udah punya lho..), dengan keluarga, atau dengan bos di kantor.

Aku mau share sedikit nih, setiap tahun pasti aku membuat sebuah resolusi yang memang sengaja aku ketik, di-save di komputer dan rencananya (baru rencana loh) pengen di-print dan dipajang gede-gede di kamar. Inget banget 2 tahun yang lalu, di malam menjelang tahun baru, aku melakukan refleksi sederhana dengan bermodalkan lilin kecil dan gitar, kemudian dilanjutkan dengan membuat “lembar perjanjian” dengan Bapa melalui MS. Word. Berhubung aku suka dan sering menulis, jadinya di “lembar perjanjian” itu aku rangkailah kata-kata seperti membuat diari pribadi, bagaimana ucapan syukurku yang begitu besar atas perlindungan dan berkatnya, permintaan maafku, hal-hal yang lucu dan unik seputar kehidupan di tahun yang akan berlalu.

Tak lupa juga aku mencantumkan hal-hal yang ingin aku minta di tahun depan, dan hal-hal yang akan aku komitmenkan di tahun depan. Biar adil dan merata (hehehhe..) masing-masing aku tulis dan jabarkan menjadi 3 poin, jadi untuk permintaan ada 3 dan komitmen ada 3. Sip… dah selesai diketik, save dan ternyata sampai sekarang lupa di-print.. hehehhehe…

Sampai suatu hari, menjelang tahun baru juga, aku teringat akan file itu, akan “lembar perjanjian” tanpa materai itu. Spontan aku carilah itu file, ketemu dan langsung dibuka. Sudah setahun umur itu file, tapi masih sangat sanggup menyentuh hatiku dan membuatku malu.

Yah, saat kubaca kembali surat itu, sepertinya waktu berputar kembali ke setahun yang lalu, tepat saat aku menulisnya. Dan yang membuatku tidak sanggup menahan haru dan tangisku adalah saat kumelirik poin-poin tentang permintaan dan komitmen, masing-masing 3 poin, yang memang sengaja aku tulis sendiri. You know guys, saat aku melihat poin-poin permintaanku, semua perfect dijawab oleh Tuhan, walaupun tidak seperti yang aku inginkan. Semua permintaanku dijawab dengan cara yang unik, dan aku sangat menyadari akan jawaban dari permintaanku itu. Tetapi saat aku melihat poin-poin mengenai apa yang aku komitmenkan, nyaris tidak ada yang selesai aku lakukan hingga akhir. Memang aku memulai ketiga poin tersebut, memang aku yang membuat poin tersebut, dan aku bersemangat membuatnya, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, semakin membuatku melanggar sendiri apa yang aku komitmenkan, dan nyari nggak ada yang selesai dengan hasil memuaskan di akhir tahun.

Disitu aku sangat sedih, yah… karena aku mengingkari apa yang aku janjikan sendiri, sedangkan Tuhan setia untuk menepati apa yang aku minta. Dan disitu aku sadar bahwa betapa tidak setianya aku dibandingkan kesetiaan Tuhan yang tiada terhingga. Walaupun seringkali aku tidak setia, Dia tetap setia. Walaupun kadang aku lebih mencintai berkat daripada Dirinya, Dia tetap setia. Walaupun aku berulangkali bertanya akan janjiNya, Dia tetap setia. Walaupun aku berungkali jatuh bangun dalam dosa, menyakiti hatiNya dan membuat Dia sedih, tetapi Dia tetap setia. Walaupun berulangkali aku berusaha lari daripadaNya, Dia tetap setia menunggu kepulanganku. Dia tetap setia, Dia sangat setia…

Aku jadi teringat sebuah lagu, ‘Tetap Setia’ yang semakin membuat semakin haru hatiku di tahun yang baru ini. kesetiaanNya tidak perlu dipertanyakan lagi, walaupun kadang kita tidak memahami rencanaNya, tapi hatiNya dan kesetiaaNya sangat bisa kita kagumi dan kita percaya, telah terbukti.

Setelah aku melihat file itu, aku hanya berucap sepatah kata singkat sembari menitikan sebuah air mata, air mata penyesalan, sekaligus komitmen baru. Memaknai setiap hari dalam hidupku, dan berusaha untuk tetap setia dihadapanNya. Karena aku tau, tanpa ditanya dan dibuktikan, Dia, Yesusku, Bapaku, Sahabatku, akan tetap setia selamanya.

T’lah kulihat kebaikanMu yang tak pernah habis dihidupku

Kuberjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia.

Happy New Years all, tetaplah setia di dalam Dia, dan jalanilah tahun 2011 dengan penuh iman, kasih dan pengharapan.

Be Blessed!

Ditulis oleh KSW_FOS Community

Comments

comments