1161001_vintage_calendar_2

FOS COMMUNITY FELLOWSHIP

Villa Pemandangan Cipanas, Puncak

7-9 Maret 2009

Dapatkah hidup seseorang diubahkan dalam 3 hari? Nice question isn’t it?

Yup, kami yakin bisa. Perubahan yang dialami anak-anak Tuhan bukanlah perubahan yang outside-in atau perubahan yang dari luarnya dulu baru ke dalam. Perubahan hidup seperti itu adalah perubahan yang amat dipaksakan. Peubahan anak-anak Tuhan adalah perubahan hidup inside-out, yaitu perubahan hidup dari dalam yang terpancar keluar.

Selama 3 hari 2 malam berdiam di hadirat Tuhan dan merasakan tertanam dalam sebuah komunitas dalam pergaulan yang benar, dipastikan banyak banget pemulihan terjadi bagi seseorang. Nggak percaya? Daud bilang di Mazmur 84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Kenapa Daud bisa bilang kalo satu hari di pelataran rumah Tuhan itu lebih baik daripada seribu hari di tempat lain? Karena satu hari dalam Tuhan bisa mengubah hidup kita dan membuat kita mengalami suatu pengalaman yang luar biasa banget dibandingkan dengan seribu hari di tempat lain yang mungkin aja nggak berdampak apa-apa buat hidup kita.

Itu hal yang kami (Footsteps Followers) rasain selama 3 hari 2 malam di Puncak. Fellowship kemarin dimulai dari perencanaan 3 bulan lalu, tepatnya pas hari Ultah FOS Community 31 Desember 2008. Saat itu kita-kita kepingin banget adain sebuah acara Fellowship, dan keinginan itu Tuhan tanamkan kuat banget di hati kami. Sementara kami juga ngerjain project buku FOS Community “True Story and Testimony”, Tuhan gerakin hati anak-anakNya untuk bikin Fellowship ini. Hem..hemmm… kalo mau pada tau nih, kita nggak punya modal uang sepeserpun pas mau bikin acara ini, bahkan sehari sebelum berangkat, dana masih kurang sekitar 1,3 juta. Tapi kami ingin taat pada apa yang Tuhan gerakin di hati kami. Suatu berkat yang luar biasa banget saat kami tau semua Tuhan cukupkan bahkan surplus untuk dananya. Salut deh buat Tuhan yang menyediakan segalanya.

Yang ikut di acara Fellowship ini ada 18 orang totalnya, setiap kita ngerasain banget apa arti berdiam dalam hadirat Tuhan, ngerasain arti persahabatan yang asyik banget dan membangun, ngerasain dibentuk secara powerful sama Firman Tuhan, bahkan kita juga ngerasain suasana keluarga yang akrab dengan masak bareng, karena semua makanan di sana kita masak sendiri, terus ngerasain juga gimana rasanya subuh-subuh ditarikin selimutnya dan ditiupin kakinya (hiiiih, dingggiiiiiinnn abisssss…) supaya bangun buat saat teduh, ngerasain juga jalan-jalan ke kebun raya Cibodas dan kebaktian minggu di padang rumput yang sejuk, hoooaaaahhh, ih, pada kepingin ya? Hehehe…

Seperti apa yang jadi motto FOS “Simple But Powerful”, kami coba menjadi anak-anak Tuhan yang se-simple mungkin dalam hal kerendahan hati, menerima satu sama lain apa adanya, memperlakukan setiap sahabat kami sebagai saudara yang kami kasihi, mengerti hati Allah dengan cara yang simple, dsb. Tapi Tuhan nyatakan, melalui hati kami yang sederhana, Dia buat banyak hal yang Powerful atas hidup kami. Bener-bener deh melalui acara Fellowship ini kami belajar tentang “as simple as I can, as powerful as God can”, so dengan begitu, masa muda kita jadi luar biasa.

Sebagai sebuah Friendship Evangelism Community atau komunitas yang memberitakan Injil melalui persahabatan, FOS hadir untuk jadi sahabat di setiap waktu bagi anak-anak Tuhan yang membutuhkan kehadiran seseorang yang mau menyediakan telinganya untuk mendengar, pundaknya untuk tempat sahabatnya menangis, hatinya untuk berbelas kasihan, waktunya untuk menemani, bahkan juga hidupnya untuk berbagi. Kami investasikan hidup kami untuk menjadi sahabat-sahabat yang menaruh kasih di setiap waktu. Pertama komunitas kami lahir di hati Bapa, kami diberikan Persahabatan sebagai karunia untuk penginjilan, tapi melalui Fellowship ini, Tuhan membawa kami lebih dalam lagi menjadi sebuah keluarga.

1161156_candlePada sesi Candle Night atau malam lilin, Kak Oky Arfianto, bapa rohani kami membawa sebuah renungan tentang “Family Love”. Kak oky bilang: “Dalam sebuah keluarga biasanya kita punya banyak foto-foto tentang perjalanan hidup anggota keluarga dari kecil sampe dewasa. Ada foto kelahiran, ada foto-foto ultah, ada foto-foto tentang wisuda, ada foto-foto tentang anggota keluarga yang married, banyak deh. Nah, dalam keluarga rohani ini, kita juga harus memiliki “foto-foto” perjalanan rohani setiap kita dari kecil sampai nanti kita semua menjadi dewasa. Sebuah keluarga selalu ada bersama dalam melewati setiap masa, baik dalam keadaan susah, maupun senang. Dan biasanya setiap anggota keluarga tau kisahnya masing-masing satu sama lain. Setiap hal yang terjadi dalam keluarga rohani ini, akan tercatat dalam “album foto” perjalanan rohani kita.” Wuiiihhh. So sweet banget ya…

Selain itu, kami juga menikmati saat-saat nangis Bombay bareng di Candle Night, saat kami semua merenungkan bahwa dalam sebuah keluarga kami harus menerima apa adanya keadaan setiap anggota keluarga, artinya ada penerimaan yang utuh, bukan karena prestasi atau jasa seseorang, tapi karena kita adalah keluarga. Terus harus ada penghargaan satu sama lain, kita harus menghargai dengan tulus apapun yang sahabat-sahabat atau keluarga rohani kita lakukan, kita juga harus memulai lebih dulu untuk mengampuni, sampai kita semua memiliki hati dan pikiran Kristus. Dan untuk bisa melakukan itu semua pada keluarga rohani kita atau pada orang lain, terlebih dahulu kita masing-masing harus mengalami pemulihan, menerima dan mengampuni diri sendiri, dan menghargai diri sendiri apa adanya.

Candle night yang manis dalam hadirat Tuhan itu ditutup dengan doa “Tuhan, pertemukan kami dengan mereka di luar sana yang ingin memiliki keluarga rohani seperti apa yang telah kami rasakan, kami rindu jadi “seseorang” yang Tuhan pakai untuk hidup mereka. “

Banyak banget hal yang kami pelajari, lakukan, dan alami langsung tentang Tuhan, persahabatan rohani, hidup yang mengalami percepatan-percepatan atau akselerasi iman dalam Tuhan, tentang arti kasih sebuah keluarga, dan masih banyak lagi di acara Fellowship kemarin. Sungguh, apapun yang Tuhan ingin kita lakukan, kalo kita taat melakukannya, pastinya kita akan dapet paket berkat banyaaaak banget, dan itu untuk kebaikan kita juga kok.

Di acara terakhir pas penutupan dan udah mo pulang, kita bikin komitmen bareng untuk tetap menguatkan dan meneguhkan hati di dalam Tuhan. Firman Tuhan diambil dari kitab Yosua pasal 1 tentang penyertaan Tuhan yang akan selalu tetap bagi anak-anakNya, bahkan Ia berjanji akan melakukan hal-hal yang dahsyat melalui hidup kita. Pas selesai closing ceremony, eh ternyata ada surprise party kecil yang udah disiapin untuk tiga orang sahabat kami yang berulang tahun, yaitu Maxi (8 Maret), Yaia dan Mauren (11 Maret). Semuanya terasa begitu indah dan menguatkan saat ada kebersamaan di dalam Tuhan. Apalagi suasana yang hangat di tengah dinginnya udara puncak itu semakin bertambah hangat dengan kehadiran Tuhan di antara kami, suatu momen yang nggak akan kami lupakan.

Guys, perjalanan kita masih sangat panjang, yakinlah apa yang Tuhan buat di fellowship kemarin akan selalu menjadi kekuatan bagi kita ke depan. Masalah dan tantangan menanti, tetapi selama ada Tuhan yang menyertai dan sahabat-sahabat yang selalu menginvestasikan imannya dalam kehidupan setiap kita, maka kita akan selalu kuat.

Tetaplah simple, dalam Allah kita yang Powerful… Jadilah teladan dan sahabat yang memberkati.

God bless you all guys…

Comments

comments