bestfriendsSiapa yang bisa bilang dengan bangga kalo ‘Yesus adalah sahabatku’?. Saya bisa, dan saya yakin semua anak-anak-Nya yang udah mengenal Kasih-Nya pasti bisa mengatakan hal yang sama. Abis nyatanya, Yesus emang sahabat yang baik sih di hidup kita, Dia selalu ada saat kita butuhkan, Dia selalu menopang saat kita terjatuh, Dia selalu mau mengampuni saat kita menyakiti-Nya dengan dosa, Dia selalu mengerti tetesan air mata kita, Dia selalu setia, Dia selalu menjadi sahabat yang sempurna. Huaaa keren yah Tuhan yang kita miliki?! Dia enggak cuman mau jadi Tuhan dalam hidup kita tapi Dia juga mau jadi Sahabat kita!

Tapi pertanyaan besarnya bukan itu.. Dengan semua kebaikan yang telah Ia berikan kepada manusia, wajar kalo kita bisa dengan bangga menyebut Yesus sebagai SAHABAT kita. Tapi pertanyaannya adalah “Apakah Dia bisa dengan bangga mengatakan hal yang sama?” Saat nanti kita bertemu dengan-Nya, dapatkah Yesus berkata “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, melainkan sahabat..”?

Mungkin beberapa diantara kita berpikir kalo kita udah menganggap Yesus sebagai Sahabat kita, berarti otomatis Yesus juga akan menyebut kita sebagai sahabat-Nya dong.. Belum tentu Guys :) Yesus pernah bilang sesuatu dalam Yohanes 15:14,

“Kau adalah sahabat-Ku jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”

Saat kita menganggap Yesus sebagai Sahabat itu karena Dia telah melakukan bagian-Nya sebagai seorang Sahabat dengan sempurna. Sama seperti kita, jika kita ingin Yesus menganggap kita sebagai sahabat-Nya, kita juga harus melakukan bagian kita, yaitu menuruti perintah-Nya.

Pernah ketemu enggak sama orang yang mungkin menganggap kita sebagai sahabatnya karena kita selalu ada saat dia butuhkan, kita selalu bantu saat dia perlu pertolongan, tapi nyatanya dia enggak pernah melakukan hal yang sama ke kita, dia enggak pernah ada saat kita butuhkan, dia juga enggak pernah mau nolongin kita saat kita susah. Nah kira-kira apa kita juga akan menganggap dia sebagai seorang sahabat? Mungkin yang ada kita malah bilang kalo orang yang seperti itu EGOIS. Well Guys, nyatanya kita sering kok egois sama Tuhan. Kita tahu bahwa Yesus selalu jadi Sahabat yang baik bagi kita, tapi kita seringkali enggak mau berusaha menjadi sahabat yang baik bagi Yesus, daripada menuruti perintah-Nya, kita seringkali lebih suka menuruti  kedagingan kita.

Untuk seorang sahabat seperti Yesus, yang mau mati tersalib untuk menyelamatkan kita, apakah kita masih enggan untuk berusaha menjadi sahabat-Nya? Saat kita bisa dengan bangga berseru “Yesus Kaulah Sahabatku!” adakah keinginan di hati kita supaya Yesus juga dengan bangga mengatakan hal yang sama?

_LNY_

Comments

comments