n1265925229_30322603_4367Dear all, karya Tuhan yang luar biasa itu nggak sanggup deh aku ceritain semuanya secara detail. Pasti itu juga dirasain kok sama semua orang yang hidupnya “Totally Changed” sama Tuhan.

Cerita selengkapnya tentang aku, ada di buku True Story and Testimony FOSCOM, tapi yang aku mau ceritain di sini adalah sesuatu yang aku mau tekankan buat kita semua anak-anak muda Kristen. Sebagai seorang anak muda, Tuhan proses aku melalui banyak tahapan yang sulit karena keterikatanku pada satu hal yang iblis gunakan sebagai “duri dalam daging” di hidupku.

Apakah keterikatanku itu? Aku pernah terikat banget sama pornografi. Nggak ada seorangpun yang tahu detailnya tentang hal itu dari diriku, kecuali aku sama Tuhan. Semuanya dimulai waktu aku SMP karena aku tertekan sama kondisi keluarga, itu sekitar 9 tahun yang lalu.  Aku mulai tonton vcd-vcd bajakan yang berisi hal-hal itu, dan keadaan itu semakin parah, bahkan setelah aku terima Tuhan Yesus di sebuah KKR, kebiasaan itu sulit berubah. Setelah aku melayani pun, berulang kali aku kebablasan melakukan hal-hal itu lagi. Pada satu titik aku nyerah, ngerasa aku nggak akan kuat tolak semua godaan itu. Di antara anak-anak Tuhan, aku ngerasa akulah anak yang paling bandel, dan selalu jatuh bangun sampai berulang kali yang nggak terhitung banyaknya.

Kenapa semua itu terjadi? Aku mau kasih gambaran kenapa anak-anak muda jatuh ke hal-hal semacam itu.

Pertama, karena kita ngerasa berubah secara hati, tapi di luar kita nggak mengubah keadaan dengan membuang dan menyingkirkan langsung semua alat-alat yang menjadi jalan kejatuhan kita lagi. Jalan yang bisa kita lakukan adalah singkirkan vcd atau dvd apapun yang bisa membuat kita jatuh, jangan sentuh itu lagi, kalo perlu patah-patahin aja langsung, buang jauh-jauh, dan jangan sekali-kali berpikir untuk beli lagi. Kalo di kamarmu ada televisi atau dvd player yang sering membuat kamu jatuh, langsung pindahin aja ke ruang tamu, itu aja udah jadi langkah iman buat kamu. (jangan hancurin tv-nya, nanti bisa diomelin sama orang seisi rumah, lagipula itu tindakan ekstrim yang kurang berhikmat)

Kedua, anak-anak muda banyak yang menghindar dari hidup persekutuan. Kalo kita jadi single fighter, jangan harap kita bisa lepas dari dosa-dosa masa lalu kita. Tinggallah tertanam di sebuah komunitas yang benar, yang membangun, yang punya komitmen untuk tinggal dalam Tuhan. Anak-anak Tuhan diciptakan untuk jadi satu tubuh, bukan untuk jadi Superman atau Batman yang tinggal di dunianya sendiri di mana nggak seorangpun tau identitas atau jati dirinya. Saat kita nggak berkomunitas, kita sudah buka satu celah kejatuhan lagi.

Ketiga, anak-anak muda nggak mengerti arti “Kasih Karunia”. Saat seseorang didoakan untuk terima Tuhan Yesus, yang dia tahu adalah “perasaan” di hatinya jadi nyaman. Wrong, guys. Lahir baru bukan masalah perasaan, itu adalah perubahan total dalam hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Kasih karunia membuat kita mampu berubah total seperti itu, dan bertahan melalui masa-masa “padang gurun” dimana godaan dan cobaan dunia datang menyerang kita.

Keempat, ini yang paling parah, karena anak-anak muda menceburkan dirinya sendiri ke kejatuhan itu lagi. Yup, kita ditebus dan udah dilepaskan dari keterikatan, tapi kita masih punya “kehendak bebas” yang Tuhan berikan sebagai anugerah. Yang terpenting adalah kehendak bebas itu harus tunduk pada firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus.

Saat ini aku telah dilepaskan karena anugerah, tapi kalo aku coba-coba melakukan keempat hal di atas tadi, aku bisa jatuh lagi. Yup, aku seorang hamba Tuhan, aku menggembalakan komunitas, aku sekolah alkitab, tapi aku harus jujur bahwa aku terus-menerus ditantang dengan hal-hal semacam itu, dan hamba-hamba Tuhan justru paling rentan jatuh saat dia merasa dirinya kuat dan nggak bisa salah. Kejatuhan terbesar hamba Tuhan adalah saat dirinya merasa, bahwa dia sudah kebal dosa dan nggak mau ditegur lagi sama orang-orang disekitarnya.

Bagiku komunitas itu berharga banget dan nggak ada deh anak Tuhan yang bisa bertumbuh tanpa komunitas. Aku banyak dibentuk oleh persahabatan dan seringkali persahabatan rohani (Impacting Friendship) itulah yang menolong aku untuk lepas dari hal-hal buruk, saat banyak pendeta dan hamba-hamba Tuhan lain seperti konselor atau gembala sulit banget untuk ditemui karena jadwal pelayanan mereka yang padat. Sahabatlah yang ada di samping kita ketika semuanya itu terjadi, dan aku berharap kita semua bisa jadi sahabat yang menguatkan di dalam iman.

Well, “Step Out of Comfort Zone!” Sama seperti tema kita bulan yang lalu, dan aku udah kasih contoh jenis zona nyaman yang pernah mengikat aku. Setiap hari ada zona nyaman-zona nyaman yang sama atau berbeda, yang siap menjerat kita untuk masuk di dalamnya. So, tetap berhati-hati yup. Jangan andalkan kekuatan sendiri untuk keluar dari hal-hal itu, nanti yang ada kita jadi stress. Aku percaya dalam keadaan yang paling sulit di mana kita harus ambil keputusan untuk mengubah sesuatu dari diri kita, Roh Kudus lah yang akan tuntun kita.

Biodata Singkat

Nama : (Yeremia) Yoseph Kurniawan Tandian

TTL  : Jakarta, 22 November 1987

Sekolah : SMA N 12 Jakarta, Politeknik UI (PNJ) angk.2005, Sekolah Alkitab Tiberias angk.2009

E-mail/FB/ym  : oceph_4christ@yahoo.com

Hobi : Baca, denger musik dan main musik, nulis artikel, masak (sampe sejauh ini belom ada yang sakit perut karena masakan gw), desain publikasi, desain kaos, desain buletin, apapun di-desain tapi belom bisa bikin desain rumah, apalagi desain alam semesta, hang-out ke toko buku, jalan-jalan ke puncak, pelayanan dan kunjungan.

Ayat Fave : Ratapan 3:21-26, Amsal 3:5-12, Kolose 3:23, 1 Timotius 4:12, dan Mazmur 26. (Hoho, banyak banget yah.)

Tujuan Hidup : “Someday, these little hands will touch millions of people heart in the world!”

Mimpi Terbesar : Wanna be a great marketplace evangelist, wanna be a humble Youth Inspirator, mau punya keluarga yang mengasihi Tuhan lebih dari apapun, dan mau jadi anaknya Tuhan sampai kapanpun.

What Friends and Family said about Oceph:

“Smart, Wise, and See things Differently.”

-           H.H

“Sahabat yang bae dah, menaruh kasih tiap waktu, hobi kunjungan, hobi nginep, ‘n hobi kucingan.. hehehe ‘n then ada pekerjaan besar yang God taruh dalam dirinya’n diapun nyadar,komit buat God, punya jiwa leader, agak penuntut, perfeksionis, ‘n gak mau jadi biasa-biasa aja..Pesen gua cumin 1: Do what God put in your heart.”

-           K.S.W

“Yosep adalah sahabat gw dari SMA,kita sahabatan deket banget bahkan udah bisa dibilang sodara kali yaa.. Dia orang siap menghadapi apa yang ada didepannya…dia selalu berserah kepada Tuhan. Dia selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. semangat bro,,Tuhan sedang menyediakan hal yang luar biasa dalam hidup lo, tetap setia dan taat atas perintah Tuhan dan setiap perkara yang terjadi di dalam hidup lo.

semua itu cuma masalah waktu..”

-           A.C.S

“Gua gak tau mau komen apa, yang jelas dia dia bro ‘n sahabat yang baik. Tuhan juga pasti bangga ma dia.”

-           R. S

“Oceph, Visioner sejati, dewasa dalam iman, bisa menerima kritikan dengan sangat baik, punya hati yang mau diubahkan dan mau digunakan untuk pekerjaan Tuhan. Dia juga smart banget, talented writer-sering bikin artikel yang manteps^^ dah gitu yang pasti dia sahabat yang selalu bisa dijadiin tempat buat sharing ‘n konseling. Be humble always, and let God lead you to be an inspirer for other youth.”

-           LNY

“Abang gua yang wise sekali, jadi teladan buat gua dalam ketaatan, kesetiaan, pengendalian diri en banyak lagi^^. Tapi aneh juga ya, orang kolerik bisa ngejayus juga :P Seru buat diajak share ‘n pendalaman Alkitab, suka nraktir pula hehe..Thanks 4 our friendship. Semangat Ko!!

-           E.N.S

“Kocak, dewasa, teologi banget, sipit, wokeh dah!. Pesan: bimbinglah adik-adikmu Kak, keep faith..”

-           N.J.S

“Kak Oceph tu kata-katanya kadang terlalu serius, tapi kalo dah ngomong buat kasih motivasi mantep banget dah, pesannya Caiyo aja deh buat ikut Tuhan, tetep semangat dalam menghadapi apapun.”

-           AMY

“Kak Oceph, sangat dewasa dalam iman, kakak yang baik, anak muda yang semangat dalam pelayanan Tuhan, cepat tanggap dengan keadaan sekitarnya. Maju terus pantang mundur, GBU always..”

-           R.A.S

“Dia itu orangnya baik, agak perfeksionis, pengetahuannya luas, cara dia bicara enak, sederhana anaknya, lucu juga tapi kadang jayus. Salut gua buat hidupnya yang bisa survive dari segala permasalahan di hidupnya. Ajar gua dan lainnya untuk lebih mengenal JC ya, ajarin kita tips-tips biar bisa tetep survive okeh!”

-           Y.M.S

“Kak Oceph jail,pelit,judes..(becanda deng) Kak Oceph dewasa, terkadang gua liat kalo dia bisa jadi dampak buat kita-kita anak FOS. Orangnya tegas tapiiiii yang merasakan ketegasan Kak Oceph cumin untuk orang-orang yang mengerti dia/sekeliling dia.. trus dia juga bisa mengontrol emosinya.”

-           M.L.S

Comments

comments